Loading Posts...

Sadar Atau Tidak Perilaku Ini Muncul Karena Pengaruh Orang-Orang Yang Ada Disekitar Kita

  1. Ikut-ikutan
    Untuk diterima di suatu kelompok tentu kamu akan berusaha menyesuaikan diri dengan kelompok tersebut. Sadar atau tidak kamu akan merubah dirimu menjadi seperti kelompok itu tanpa mereka minta. Kamu akan dengan suka rela merubah penampilan, sikap sampai cara bicaramu.
    Kalau belum jelas saya akan memberikan contoh.
    Hari ini adalah hari pertama kamu masuk kerja di suatu perusahaan. Perusahaan yang baru kamu masuki ini berbeda dengan perusahaan tempat sebelumya kamu bekerja. Tentu kamu pasti tau kalau kedua perusahaan tersebut pasti punya budaya yang berbeda. Tapi kamu tidak kepikiran kalau yang berbeda adalah gaya berbusana karyawannya. Dihari pertama bekerja tentu saja karyawan baru akan datan dengan busana yang formal. Berkemeja, memakai rok sepan, kalau laki-laki akan memakai dasi, menggunakan jas atau blazer, serta sepatu kulit. Sayangnya bukannya terlihat rapi, kamu malah tampil paling beda di kantor karena mayoritas pakaian yang dipakai karyawan adalah pakaian casual. Mereka tidak menggunakan jas dan kemeja tapi baju kaos yang tidak berkerah tapi tetap terlihat rapid dan sopan. Sepatu yang mereka gunakan tentu saja sepatu casual, sport bahkan sepatu sandal. Kamu pasti merasa tidak nyaman dengan kondisimu saat ini karena ada banyak mata yang memperhatikan, dan tentu saja kamu sudah bisa memikirkan akan mengganti gaya busanamu pada hari kedua kamu bekerja. Kamu akan mengganti gaya busanamu seperti mayoritas karyawan yang ada diperusahaan tersebut.
  2. Ingin Disukai atau Takut Penolakan
    Seseorang cenderung mengikuti mayoritas suatu kelompok untuk menghindari penolakan walaupun mayoritas tersebut bertolak belakang dengan ia sendiri. Kamu akan merubah tingkah laku kamu sesuai dengan keinginan mereka agar diterima sebagai salah satu dari mereka. Kamu akan menghindari hal-hal yang membuatmu ditolak oleh kelompok tersebut.
    Contohnya:
    Kamu siswa di sekolah A, kamu tidak pernah punya masalah dengan murid di sekolah lain. Tetapi kamu tau sendiri siswa sekolahmu sering terlibat selisih dan tawuran dengan siswa sekolah B. Padahal kamu sendiri juga kurang tau sebenarnya penyebab tawurannya apa, karena tawuran yang terjadi antara siswa sekolah A dan siswa sekolah B sudah sering terjadi bahkan sudah bertahun-tahun seperti warisan untuk murid-murid dan generasi selanjutnya. Karena kamu merasa tidak mau menghianati sisiwa sekolah mu maka kamu ikut tawuran demi nama siswa sekolah A. Teman-temanmu yang lain juga akan merasa senang kalau kamu ikut berjuang dengan mereka. Kemudian kamu juga akan menghindari berteman dengan siswa dari sekolah B karena takut jika teman satu sekolahmu tau kalau kamu berteman dengan sekolah musuh maka kamu akan dianggap berkhianat dan tidak setia dengan mereka. Maka kamu akan menjunjung tinggi slogan teman mereka maka temanmu juga, dan musuh mereka maka musuhmu juga.
  3. Membatasi kebebasan pribadi
    Hal ini akan membuatmu membatasi diri dalam mengeluarkan pendapat. Untuk menghindari penilaian orang lain terhadapmu maka kamu akan sangat berhati-hati dalam berperilaku dan mengeluarkan pendapatmu sendiri. Ada kalanya jika di depan umum kamu berperilaku yang sama dengan orang lain akan tetapi kamu merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut karena membatasi kebebasanmu. Contohnya kamu mentaati peraturan untuk tidak merokok di tempat umum, tapi karena kamu adalah perokok berat kamu tidak nyaman dengan perilakumu itu, maka sedapat mungkin kamu akan mencari tempat sunyi untuk merokok.
    Ada juga saatnya kamu merasa nyaman dan setuju dengan perilakumu, kamu benar-benar merasa dan berpikir seperti orang lain di sekitarmu. Contohnya kamu tidak merokok di tempat umum karena memang kesadaran dirimu sendiri untuk tidak merokok, dan kamu nyaman dengan perilakumu tersebut.

Bagikan Akreditasi Kampus anda di Medsos

Leave a Comment