Loading Posts...

Jurusan yang Cocok Bagi Kamu yang Berkepribadian Ambivert

Selain introvert dan ekstrovert, kita juga mengenal satu lagi kepribadian yang dinamakan ambivert. Kepribadian ini memiliki gabungan antara introvert yang tertutup dan ekstrovert yang jago berosialisasi. Jadi kurang lebih, ambivert berada di antara kedua kepribadian ini. Menurut berbagai ilmuwan dan psikolog, tipe ambivert merupakan tipe kepribadian yang paling sulit dimengerti dan diklasifikasikan. Nggak seperti kepribadian ekstrim introvert atau ekstrovert, para ambivert memiliki traits yang paling bervariasi satu sama lain. Kepribadian ambivert berada di antara dua sisi spektrum tipe kepribadian, dan nggak semua ambivert berada tepat di pertengahan. Jadi, ada berbagai kombinasi traits antara introvert dan ekstrovert. Misalnya, seorang ambivert mungkin aja suka dugem, meskipun dia nggak suka bertemu orang baru.

Ambivert juga dinilai lebih intuitif. Jurnalis Daniel K. Pink sempat menulis, “ambivert tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Mereka juga tahu kapan harus merespon, kapan harus memaksa dan kapan harus menahan diri.

Ciri-ciri ambivert yaitu

  • Kamu sering berdiam diri, tapi bukan berarti kamu gak mau ngobrol
  • Dan hanya karena kamu suka berada di keramaian, bukan berarti kamu ingin ngobrol sama semua orang
  • Kamu suka hang out tapi gak dalam gerombolan yang ramai, 2-3 orang aja cuku
  • Di suatu waktu kamu akan sangat senang bersosialisasi, sedangkan di waktu lain juga merasa nyaman hidup menyendiri
  • Sikapnya yang tidak mudah dipengaruhi faktor luar, lebih cenderung dipengaruhi oleh pandangannya sendiri
  • Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan

Nah berikut adalah jurusan yang cocok bagi kamu yang ambivert:

  1. Psikologi
    Jurusan Psikologi memungkinakan seorang ambivert untuk menyalurkan sifat introvert-ekstrovertnya secara optimal. Menjadi psikolog mengharuskan ambivert untuk bisa menggali informasi dari pasien, meneliti, dan bagaimana cara merawatnya. Karena seorang psikolog mempunyai misi untuk meringankan beban pikiran pasiennya serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi. Psikolog mendengarkan seluruh keluh kesah mereka. Disini, ambivert menggunakan kekuatan introvert sebagai pendengar yang baik, sekaligus orang yang mampu untuk memberikan nasihat-nasihat layaknya seorang sahabat dengan kekuatan ekstrovert.
  2. Seni Musik
    Jurusan seni selalu identik dengan para kreatif yang introvert. Tapi khususnya untuk seni musik, kita juga harus bisa berinteraksi dengan para penikmat musik kita, lho. Jadi enggak hanya berkutat dengan menciptakan lagu, seni musik juga perlu skill untuk bisa melakukan interaksi dengan orang lain. Cocok banget buat si ambivert.
  3. Human Resource Development (HRD)
    HRD bertugas untuk merekrut karyawan serta menempatkannya pada posisi yang tepat. Sebagai seorang ambivert, kamu bisa membaca karakter mereka dengan kekuatan introvertmu dalam menganalisa, juga dengan kekuatan ekstrovertmu memancing untuk membuat mereka akrab dan nyaman saat mengobrol denganmu.
  4. Guru
    Guru memiliki misi untuk mendidik murid-muridnya, tidak hanya dalam pelajaran, namun juga dalam psikis, guru mempunyai kewajiban untuk dekat secara pribadi kepada murid-muridnya. Hal ini untuk mengetahui bagaimana pendapat sekaligus kesulitan mereka dalam belajar. Dalam hal ini, kekuatan sebagai seorang introvert sekaligus ekstrovert sama-sama dibutuhkan.
  5. Akademi Kepolisian atau Detektif Kriminal
    Polisi dan detektif kriminal normalnya melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan menangani korban, pelaku, dan saksi, serta menangani pekerjaan yang bersifat darurat. Menjadi salah satu anggota kepolisian ternyata enggak hanya menuntut kita supaya bisa bekerja secara kelompok, tapi juga individu. Cocok banget buat si ambivert.

Sekarang kamu sudah bisa memikirkan akan masuk jurusan apa nantinya? semoga dengan pencerahan diatas kamu jadi tau jurusan apa yang cocok dengan kepribadianmu. Selamat merenung…

Bagikan Akreditasi Kampus anda di Medsos

Leave a Comment