Loading Posts...

Ini Dia Penyakit yang Bisa Menyebabkan Kematian!

  1. Jangtung Koroner
    Jantung Koroner adalah satu dari 10 Penyakit Terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian. Penderita umumnya mengalami nyeri dada, gagal jantung, hingga serangan jantung karena jantung gagal memompa darah. Penyebab penyakit ini biasanya adalah penumpukan plak. Hal ini menyebabkan arteri koroner menyempit, membatasi aliran darah ke jantung. Penyakit arteri koroner dapat berkisar dari tanpa gejala, nyeri dada, hingga serangan jantung. Perawatan termasuk perubahan gaya hidup, obat-obatan, angioplasti, dan operasi
  2. Tuberkulosis (TBC)
    10 Penyakit Terbanyak di Indonesia yaitu TBC. Ya, Indonesia termasuk peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis tidak memiliki gejala. Ketika gejala memang terjadi, biasanya berupa batuk (kadang-kadang ada bercak darah), penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, dan demam. Terapi pengobatan TBC selama 6 bulan tanpa putus efektif menghindarkan penderita dari kematian.
  3. Diabetes Mellitus (Kencing Manis)
    Ini adalah penyakit gangguan metabolisme karena terganggunya produksi Insulin dan tingginya kandungan gula darah. Diabetes dapat menyebabkan kematian dengan berbagai komplikasi yang dibutuhkan.
  4. Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi
    Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak/berkolesterol tinggi berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik sepertin olahraga. Hipertensi membahayakan karena menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung.
  5. Stroke
    Di Indonesia diperkirakan ada 300.000 kasus Stroke setiap tahunnya. Sayangnya, pasien sering datang ke rumah sakit sudah dengan tingkat keparahan tinggi sehingga akan terlambat ditangani. Gejala stroke yaitu sulit berjalan, berbicara, dan memahami, serta kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai. Penanganan dini dengan obat-obatan seperti tPA (penghancur gumpalan darah) dapat meminimalkan kerusakan otak. Pengobatan lain berfokus dalam membatasi komplikasi dan mencegah stroke lainnya.
  6. Kanker
    Beberapa dekade yang lalu, jumlah penderita kanker tidaklah sebanyak pada dekade ini. Penyakit ini semakin menggejala karena faktor meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, polusi udara, serta tingkat stres yang tinggi. Data WHO menyebutkan bahwa kanker payudara membunuh kurang lebih 571 ribu wanita di seluruh dunia. Kanker payudara kemudian disusul oleh kanker usus besar, kanker endometrium, kanker paru, dan kanker serviks sebagai penyebab kematian wanita terkait kanker di seluruh dunia.
  7. Penyakit Paru Kronis
    Tingginya angka penderita penyakit paru kronis ini terjadi karena kondisi lingkungan yang buruk terutama di kawasan industri atau  daerah perkotaan padat penduduk serta kebiasaan merokok masyarakat Indonesia. Risiko penyakit paru kronis dapat ditekan dengan berhenti merokok, menghindari asap rokok, polusi udara, asap bahan kimia dan debu.
  8. Diare
    Separuh penduduk Indonesia masih tinggal di kawasan kumuh dan tidak memiliki sanitasi yang baik. Sayangnya, penanganan Diare sering tidak serius sehingga banyak menyebabkan kematian pada anak dan balita.
  9. Infeksi Saluran Pernapasan / Pneumonia
    Iklim tropis dengan kelembaban tinggi diduga menjadi penyebab banyaknya penyakit ini di Indonesia yang banyak menyerang anak dan balita di daerah dataran tinggi atau pegunungan. Gejala berupa batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Antibiotik dapat mengobati berbagai jenis pneumonia. Beberapa jenis pneumonia dapat dicegah dengan vaksin.
  10. HIV / AIDS
    Penyakit ini muncul sering disebabkan karena penggunaan jarum suntik bersama-sama, transfusi darah, dan hubungan seksual tanpa pengaman. Hal ini akan meningkatkan angka penderita penyakit ini setiap tahun. Karena itu, Pendidikan Kesehatan Reproduksi/Penanggulangan HIV/AIDS harus terus dilakukan.

Bila kita telaah lebih jauh, 10 Penyakit Terbanyak di Indonesia umumnya disebabkan oleh kebiasaan buruk (merokok/alkoholik), gaya hidup tidak sehat, dan minimnya perhatian pada deteksi dini serta pencegahan penyakit.

Bagikan Akreditasi Kampus anda di Medsos

Leave a Comment