Loading Posts...

Gangguan Psikologis Aneh Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

1. Obsesi mengajak orang lain untuk menikah

Kamu memiliki obsesi aneh yang mengajak orang lain untuk menikah atau mengajukan pernikahan ke orang-orang berbeda pada waktu yang sama bisa jadi kamu mengidap gamomania. Pengidap gamomania biasanya akan senang melakukan poligami karena obsesinya tersebut.

2. Takut setan

Ada banyak film dan buku horor yang sangat menyeramkan (iyalah), melihat film seperti itu secara alami bisa membuat si penonton takut dengan beberapa orang. Dan biasanya di saat orang takut, mania mulai merasuk. Jika berurusan dengan setan (demon), bisa jadi orang itu menderita demonomania, kondisi psikis yang percaya dirinya diikuti setan. Dan saat seseorang berpikir dirinya digentayangi, dia mulai benar-benar percaya ada setan di dekatnya.

3. Takut dikritik

Orang yang merasa tertekanan kemudian berpikir telah melakukan kesalahan atau dikritik yang tidak bisa dimaafkan kemungkinan orang itu mengidap enosimania. Enosimania dikenal juga dengan beberapa nama lain seperti Enissophobia, Enosiophobia, sangat takut dalam melakukan kesalahan besar dan takut mendapat kritikan dari orang sekitar. Tanda-tanda yang biasanya muncul itu seperti napas pendek dan cepat, detakan jantung tak menentu, berkeringat, muak, dan rasa ketakutan yang besar.

4. Pura-pura Sakit

Sindrom Munchausen/Munchausen Syndrome adalah sindrom pura-pura sakit. Jadi pengidap kelainan ini akan berpura-pura mengidap penyakit, kelainan, atau trauma psikologis. kak, saya pernah pura-pura sakit biar bisa bolos kerja. Berarti saya kena sindrom munchausen?. Walaupun bukan tindakan terpuji, tapi itu cukup normal. Pemilik sindrom Munchausen berpura-pura sakit fisik/jiwa karena mereka menginginkan simpati dan atau menarik perhatian. Mereka bahkan berani datang ke rumah sakit, periksa ke dokter, dan bahkan minta dirawat inap.

5. Kecemasan Kafein

Mengkonsumsi kafein adalah salah satu cara tetap fokus dan menjaga mood tetap hepi,
tetapi konsumsi berlebih juga bisa menimbulkan kecemasan lho. Sejumlah peneliti juga menemukan bahwa, orang yang sejak awal punya kelainan kecemasan akan semakin parah bila sering mengkonsumsi kafein. Jadi kalau kamu orangnya gampang panik, sebaiknya kurang-kurangilah minum kopi.

6. Suka Makan Angggota Tubuh Sendiri

Kondisi ini disebut Autophagia. Kondisi dimana seseorang yang suka makan anggota tubuhnya sendiri. Nggak selalu makan sih, sekedar menggigit-gigit tubuhnya sendiri juga sudah termasuk kecenderungan autophagia. Pada satu kasus, seorang penderita mulai mengalami autophagia dari menggigiti kuku. Tapi dari kuku, lama kelamaan dia menggigiti jarinya sampai putus. Ngeri ya?? Penyebab autophagia ini di antaranya terisolir secara sosial, syaraf yang mati rasa (neuropathy), dan perilaku impulsif.

7. Melihat Peta Dimana-mana
Gangguan ini disebut juga Cartacoethes. Tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta dimana-mana, otak manusia punya kemampuan (yang cukup cepat tentunya) untuk mengenal wajah di mana saja, tapi kemampuan ini bisa berubah pada sebuah mania aneh yang biasa disebut cartocacoethes.

8. Ingatan Palsu (Paramnesia Reduplicative)
Paramnesia sering disebut sebagai ingatan palsu, yakni terjadinya distorsi ingatan dari informasi/pengalaman yang sesungguhnya. Dapat disebabkan oleh faktor organik di otak misalnya pada demensia. Namun dapat juga disebabkan oleh faktor psikologis misalnya pada gangguan disosiasi. Beberapa jenis paramnesia, antara lain:

  • Konfabulasi : adalah ingatan palsu yang muncul untuk mengisi kekosongan memori. Biasa terjadi pada orang dengan demensia atau pikun.
  • Deja Vu : adalah suatu ingatan palsu terhadap pengalaman baru. Individu merasa sangat mengenali suatu situasi baru yang sesungguhnya belum pernah dikenalnya.
  • Jamais Vu : adalah kebalikan dari Deja Vu, yaitu merasa asing terhadap situasi yang justru pernah dialaminya.
  • Hiperamnesia : adalah ingatan yang mendalam dan berlebihan terhadap suatu pengalaman.
  • Screen memory : adalah secara sadar menutupi ingatan akan pengalaman yang menyakitkan atau traumatis dengan ingatan yang lebih dapat ditoleransi.
  • Letologika : adalah ketidakmampuan yang bersifat sementara dalam menemukan kata kata yang tepat untuk mendeskripsikan pengalamannya. Sering terjadi pada proses penuaan atau pada stadium awal dari demensi/pikun.

 

Bagikan Akreditasi Kampus anda di Medsos

Leave a Comment